Langgar Aturan PPKM Mikro, Dua Cafe di Apartemen Laguna Layak Ditutup Permanen

JURNALHITZ – Langgar Aturan PPKM Mikro, Aparat Kepolisian dan Penegak Perda (Satpol PP-red) di wilayah Pluit, Jakarta Utara nampak tak bisa berbuat banyak saat menindak pelanggar aturan PPKM Mikro yang termaktub dalam Keputusan Kepala Dinas Parekraf Provinsi DKI Jakarta No. 381 Tahun 2021, Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 671 Tahun 2021, dan Instruksi Gubernur DKI Jakarta No. 37 Tahun 2021.

Aparat diduga tak berkutik saat mengetahui bahwa dua cafe di Apartemen Laguna, Pluit, Jakarta Utara itu langgar aturan PPKM Mikro yang dikelola satu owner dan diduga pemiliknya punya orang hebat sehingga cafe tersebut tetap aman beroperasi serta nekad membuka usahanya mulai pukul 20.00 WIB hingga tutup pukul 05.00 WIB.

Dari penuturan salah satu warga sekitar yang namanya tidak mau disebutkan menjelaskan bahwa saat ini Pemprov DKI Jakarta sedang gencar-gencarnya melakukan perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro, mengingat penyebaran COVID-19 yang sedang mengganas di Jakarta.

“Namun mengapa saat segala bentuk usaha yang saat ini tengah dibatasi tapi ini masih saja ada yang langgar aturan PPKM Mikro di wilayah kami,” keluhnya.

Dirinya pun menyesalkan tindakan aparat Kepolisian dan Satpol PP yang diduga tebang pilih dalam menertibkan usaha yang langgar aturan PPKM Mikro.

“Iya gimana nggak keki disaat semua dibatasi malah ini dua cafe plus karaoke di Apartemen Laguna itu bisa buka sampai pagi. Aparatnya juga kurang tegas kan itu sudah langgar aturan PPKM Mikro,” ungkapnya.

Cafe yang letaknya tak jauh dari Polsek Metro Penjaringan dan Kecamatan Penjaringan itu nampaknya sengaja dibiarkan beroperasi, dan kabarnya oknum tiga pilar pun kecipratan setoran setiap bulan dari si pengusaha.

Cafe dan karaoke yang dikabarkan selalu ramai pengunjung dan mampu meraup omzet hingga Rp 10 juta per malam itu. Dari pantauan, tidak ada tanda jaga jarak, tempat cuci tangan, dan hand sanitizer yang disediakan oleh pengelola.

Padahal, berdasarkan Keputusan Kepala Dinas Parekraf Provinsi DKI Jakarta No. 381 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbagi Mikro pada Sektor Usaha Pariwisata, serta Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 671 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro, dan Instruksi Gubernur DKI Jakarta No. 37 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Tingkat Rukun Tetangga, sangat jelas disebutkan bahwa seluruh kegiatan usaha hiburan wajib tutup pukul 21.00 WIB.

Sementara beberapa wanita malam yang bekerja di cafe itu, juga mengakui bahwa seharusnya cafe ini tutup, namun karena pemiliknya punya orang hebat makanya cafenya tetap beroperasi.

Terpisah Distrik GMBI Jakut tengah melaporkan keberadaan dua cafe itu ke tiga pilar tingkat kota dan kecamatan, yang beroperasi tanpa prokes dan langgar aturan PPKM Mikro. Selain melanggar prokes juga langgar aturan PPKM Mikro, diduga cafe/karaoke itu juga tidak membayar pajak.

Diduga ada oknum penerima upeti cafe langgar PPKM Mikro

Setelah ramai dibicarakan publik terkait pelanggaran PPKM Mikro yang dilakukan dua cafe plus karaoke di Apartemen Laguna, Pluit, Jakarta Utara. Arifin, Kasat Pol PP DKI Jakarta angkat bicara.

Selaku penanggungjawab tingkat provinsi untuk penindakan pelanggaran PPKM Berbasis Mikro, Arifin nampaknya kecolongan.

Arifin menjelaskan akan menindak pengusaha yang ketahuan langgar aturan PPKM Mikro tersebut bila terbukti.

“Kita tindak jika melanggar,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.

Sementara, Kasat Pol PP Jakarta Utara, Yusuf Majid, ketika dikonfirmasi menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan cek ricek bersama Sudin Parekraf Jakut.

Dalam menekan penyebaran COVID-19 ini memang sangat diperlukan ketegasan Satpol PP. Namun, bagaimana halnya bila ada oknum Satpol yang sengaja melindungi dua cafe di Apartemen Laguna itu yang jelas-jelas sudah melanggar aturan PPKM Mikro dan Prokes?

Beredar di kalangan tertentu, WhatsApp diduga pemilik cafe yang telah berkoordinasi dengan oknum-oknum aparat. Ada disebutkan oknum polisi berinisial MA dan oknum Satpol PP berinisial SU, dan dua nama lagi berinisial SIA dan RON ada dibalik semua itu.

Dalam isi WA itu, oknum berinisial RON juga disebutkan menolak menerima amplop itu dari pengelola.

Sebelumnya terungkap bahwa dua cafe yang dikelola satu owner itu nekad membuka usahanya mulai pukul 20.00 WIB hingga tutup pukul 05.00 WIB.

Cafe yang letaknya “sejengkal” dari Polsek Metro Penjaringan dan Kecamatan Penjaringan itu nampaknya sengaja dibiarkan beroperasi.

About Author /

Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI

Start typing and press Enter to search

Jurnalhitzteria Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications