Polres Metro Jakarta Barat Buru 4 Orang Pelaku Penusukan di Bulak Teko Kalideres

JURNALHITZ – Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Teuku Arsya Khadafi membenarkan adanya pasien rumah sakit Mitra Keluarga korban penusukan.

“Jadi RS tersebut menerima pasien dari dua orang lelaki tidak dikenal menggunakan sepeda motor dan setelah itu, dua orang ini langsung kabur,” kata Arsya Selasa (20/4/2021).

Kemudian, Subnit Jatanras dibawah Pimpinan Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Dimitri Mahendra dan Kanit Reskrim Polsek Kalideres Iptu Ahmad Haris sanjaya serta Kasubnit Jatanras Ipda Rizki Ali Akbar yang mendapat laporan adanya korban penusukan langsung ke lokasi.

Di sana pihaknya mendapati korban sudah tidak bernyawa dengan luka tusukan dibagian punggungnya.

Kami masih dalami kejadian ini. Tim identifikasi sudah melakukan pemeriksaan dan kami juga sudah periksa beberapa saksi,” tutup dia.

Arsya meminta kepada segenap pihak untuk bersabar karena anggotanya masih bekerja memburu pelaku penusuk korban.

Pengacara Korban Apresiasi Kinerja Polisi

Kantor Hukum Marslaw dan Ormas Bang Japar Indonesia (BJI) mengapresiasi tindakan cepat aparat Kepolisian Sektor Kalideres dan Polres Metro Jakarta Barat yang menangkap salahsatu dari lima orang pelaku penganiayaan menyebabkan korban meninggal dunia. Hal ini dikatakan H. Sarmilih SH., CMCLS dihadapan awak media saat mendatangi Polsek Kalideres. Selasa siang (20/4/2021).

“Kejadiannya pada Senin dini hari tanggal 19 April 2021 kemarin, bermula saat ayah korban bernama Ujang Rahmat mendapatkan informasi dari Rezi teman korban jika Muhammad Rehan Rahmat (19) yang merupakan anak dari Pak Ujang mengalami tindak pidana penganiayaan serius di Kampung Bulak Teko, Kelurahan Kalideres, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat,” ucap H. Sarmilih SH., CMCLS Advokat yang juga Pembina Ormas Bang Japar Indonesia (BJI) Presda Jakarta Barat.

Lanjutnya, mengetahui kejadian itu, pak Ujang dan keluarganya merasa sangat terpukul karena Rehan dianiaya hingga menyebabkan dirinya meninggal dunia.

“Korban Rehan mengalami luka tusuk dan menghembuskan nafas terakhirnya saat dibawa ke RS Mitra Kalideres untuk dilakukan perawatan,” terangnya.

“Sebelumnya pak Ujang menceritakan kejadian itu ke anggota Bang Japar Indonesia Preskel Pegadungan, Kalideres dimana selama ini kami dari Bang Japar Indonesia kerap kali melakukan sosialisasi memberikan bantuan hukum gratis kepada warga masyarakat yang tidak mampu,” imbuhnya.

Menurut H. Sarmilih, kejadian itu dipicu karena hal sepele, yaitu cekcok saat bermain futsal.

“Kekurangan generasi muda kita saat ini adalah moral dan akhlaknya harus dibina dengan baik. agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” kata dia.

Dihadapan awak media H. Sarmilih juga mengimbau kepada generasi milenial saat ini untuk melakukan hal positif seperti memperbanyak kegiatan mengaji, juga rumah doa seperti di gereja, di sekolah atau di mushola.

“Yah harapan kita kedepan mudah-mudahan setelah selesai pandemik ini. Iman, moral dan akhlak pemuda di Indonesia menjadi generasi yang akhlakul karimah,” pungkasnya. (bam)

SBN

Tentang Penulis /

Setiap berita yang dimuat di media online JURNALHITZ DOT ID selalu dilekati link eksternal di bagian akhir artikel sebagai sumber berita. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI

Ketik dan tekan enter untuk mencari

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi