Kisah Haru Pecatan oknum Anggota TNI Jadi Kurir Narkoba

//oackoubs.com/4/4243077

Jurnalhitz –  Tugas seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) sudah seharusnya mencerminkan sikap tegas, berani serta disiplin, hal itu sangat dibutuhkan sebagai pondasi untuk mempertahankan tanah air tercinta, sikap tindak tanduk harus mencerminkan jiwa patriot dan membenci tindakan kejahatan.

Beda halnya dengan Kisah salah satu pria bekas anggota TNI ini justru berbeda. Ia pernah bekerja sebagai bandar narkoba hingga menjebloskan dirinya ke hotel prodeo.

Bukan tanpa alasan, Iwan Toni prajurit TNI menjadi seorang kurir narkoba. Ada alasan haru di balik kemauannya untuk mengantarkan barang haram tersebut.

Seperti apa cerita selengkapnya? Berikut ulasannya seperti yang dilansir dari kanal YouTube Curhat Napi (10/6/2020).

Anggota TNI Dibui

Tak pernah terbersit di benaknya, bekerja sebagai abdi negara justru harus berakhir di sel tahanan. Sosok pria yang kerap disapa Toni tersebut nampak tertunduk lesu, mengingat perbuatannya di masa lalu hingga membuat dirinya berakhir di penjara.

“Ada yang unik dari pembicaraan kita kali ini. Beliau adalah seorang mantan tentara tapi bisa terjerumus narkoba masuk penjara. Nama siapa?” terang sang presenter.

“Iwan Toni, pak,” singkatnya.

“Panggilannya Toni. Sebelumnya mas Toni ini adalah tentara tapi terjerumus ke dalam kasus narkoba,” ungkapnya lagi.

Sebelumnya Tak Tahu Narkoba

Tinggal dan berdinas di Aceh Barat sebagai prajurit, diakuinya tak pernah berhubungan langsung dengan dunia luar. Para prajurit disebutnya hanya berdinas di lingkungan markas. Hal itu juga membuatnya jauh dari hal-hal terlarang seperti narkoba.

“Ini bisa terjerumus kasus narkoba, itu gimana ceritanya sebenarnya?” tanya sang presenter.

“Jadi begini pak, saya dulu tidak mengerti dengan namanya narkoba, sabu-sabu karena fokus berdinas. Bapak tahu, di batalyon itu ketat, kita dinas pagi apel, siang apel, malam apel, kita berkegiatan terus, tidak pernah bersentuhan dengan dunia luar, beda dengan kepolisian,” ceritanya.

Bertemu dengan Para Bandar

Suatu masa, Toni berkesempatan untuk menjalani dinas di luar kota. Karena hal itu, ia pun sering bertemu dengan kawan-kawannya yang memiliki beragam profesi haram. Saat itu, ia lantas sering bertemu dengan seorang bandar narkoba di area Medan dan Aceh.

“Tapi ada satu kesempatan untuk dinas keluar pak,” katanya.

“Artinya ada kepercayaan dari komandan kompi untuk ditugaskan di luar?” tanyanya.

“Iya,” jawabnya.

“Jadi pas dinas keluar ini lah mungkin ada ceritanya,” tambah sang presenter.

“Iya, pas saya dinas keluar itu, saya berdinas di Aceh pak tapi saya sering menemani ke Medan[…] Jadi saat saya lintas ke Medan-Aceh-Medan-Aceh itu, kebetulan teman saya ini banyak yang bekerja jadi bandar narkoba,” paparnya.

Tergoda Pekerjaan Haram

Tak lama kemudian, terbersit di hatinya untuk mencoba bekerja dan mencari tambahan penghasilan sebagai bandar narkoba. Ia diiming-imingi upah dalam jumlah yang fantastis.

“Singkat cerita, ya mereka menawarkan. Menawarkan, menjanjikan lah, kalau sekian dikasih sekian, otomatis saya tergoda lah, pak,” katanya.

Butuh Biaya Berobat Ibu

Bukan tanpa alasan Toni berani mengambil risiko untuk menjadi kurir narkoba. Kala itu, sang ibunda rupanya jatuh sakit hingga harus menjalani perawatan intensif dalam jangka waktu yang tak singkat.

Segala upaya bakal ia lakukan demi kesembuhan sang ibunda tercinta. Jalan terakhir sebagai kurir barang haram pun ia terobos.

“Jadi ada tiga alasan (terjerumus) sebenarnya. Yang pertama, saat saya dinas keluar, saya keluarga cuma dua orang, saya dan adik saya. Saya punya orangtua tinggal satu, tinggal ibu saya. Pada suatu saat, ibu saya sakit, saya butuh uang besar uang banyak sementara gaji saya kan bapak tahu berapa. Sudah punya anak, sudah punya istri tidak mencukupi untuk rumah sakit opname sampai berbulan-bulan,” jelasnya.

Penuh Penyesalan

Kini, Toni terdiam penuh penyesalan melihat reaksi ibunda yang mengetahui keadaannya saat ini. Seolah ia sadar betapa berat perjuangan orangtua untuknya agar menjadi pribadi yang baik dan terhormat.

“Saya memang menyesal sekali, apalagi setelah kejadian ini masuk penjara dan ditangkap, orangtua saya merasa sangat terpukul. Saya merasa orang tua capai-capai menyekolahkan saya sampai kuliah uang habis banyak, ternyata pada akhirnya seperti ini. Orangtua mana sih yang tidak sedih melihat anaknya yang seperti ini,” ujarnya.

Sumber: Merdeka

SBN

Tentang Penulis /

Setiap berita yang dimuat di media online JURNALHITZ DOT ID selalu dilekati link eksternal di bagian akhir artikel sebagai sumber berita. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI

Ketik dan tekan enter untuk mencari

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi