Uji Coba Pembukaan Sekolah di Jakbar Dapat Respon Positif

//oackoubs.com/4/4243077

JURNALHITZ – Di Jakarta Barat ada 13 sekolah yang melakukan uji coba pembukaan sekolah terbatas. Hal ini dikatakan Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto meninjau pembukaan uji coba belajar tatap muka di SDN 03 Palmerah. Rabu (7/4/2021).

“Sudah ada enam sekolah di Sudin Pendidikan wilayah I dan tujuh sekolah di Sudin Pendidikan wilayah II yang melakukan uji coba ini,” kata Uus.

Dikesempatan itu, Uus langsung meninjau para siswa diruang kelas, maupun sarana dan prasarana pendukung protokol kesehatan.

Uus menjelaskan, terkait ujicoba belajar tatap muka langsung ini hanya dilakukan setengah dalam seminggu yaitu pada hari Senin, Rabu dan Jumat. Sedangkan hari Selasa dan Kamis libur.

“Disaat libur kelas akan di disemprot cairan disinfektan. Hal ini dilakukan untuk menjamin kalau diruang kelasnya steril,” ucap dia.

Ia juga menjelaskan, soal belajar tatap muka terbatas ini ada dua bagian dan mereka bergiliran seperti belajar dirumah dan dikelas.

“Untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) mulai dari kelas 4, 5 dan 6. Sedangkan tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) semua kelas,” imbuh Uus.

Kepada masyarakat Walikota Jakarta Barat itu juga meminta doa agar pelaksanan uji coba pembukaan sekolah terbatas dapat berjalan lancar.

Semoga uji coba belajar tatap muka terbatas ini dapat berjalan dengan baik. Diharapkan kedepannya bisa menjadi panduan belajarnya seperti apa,” tandasnya.

Baca Juga: Klinox Hand Sanitizer Generasi Baru Larutan Disinfektan

Terpisah, Samal warga Jalan Palmerah Utara mengungkapkan kegembiraannya dengan adanya Uji Coba Pembukaan Sekolah tersebut. Pasalnya ia merupakan salahsatu orangtua siswa dari enam sekolah yang mendapatkan uji coba itu.

“Anaknya saya sih senengnya bukan main yah karena sekolah tatap muka kembali dibuka meski ini baru uji coba. Paling yang saya tekenin ke anak saya adalah tetep pakai masker dan tertib protokol kesehatan,” tutur Samal.

Samal juga mengingatkan kepada orangtua siswa lainnya, agar rutin mengganti seragam sekolah anaknya setiap hari.

“Corona kan virus. Jadi bisa aja nempel di baju seragam anak, jadi usahakan selepas pulang sekolah seragam anak kita itu langsung di cuci dan anak kita langsung suruh mandi biar bersih,” ucap dia.

Lanjut dia, intinya kita sebagai orangtua harus juga kasih contoh ke anak kita bahwa kita juga taat akan protokol kesehatan dengan 3M yaitu mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak. Insya Allah kita sehat dan anak kita akan mencontoh itu,” tukas Samal. (andrey)

SBN

Tentang Penulis /

ANDREY adalah penanggung jawab dari website jurnalhitz. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI

Ketik dan tekan enter untuk mencari

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi