Prada Gilang Alami Kebutaan Demi Tugas Negara, Begini Kisahnya

//oackoubs.com/4/4243077

JURNALHITZ – Bukanlah  hal yang mudah untuk menjadi seorang prajurit TNI, butuh perjuangan panjang usai lulus dari pendidikan militer, tak Cuma sampai disitu sebagai pelindung Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) digarda terdepan bahkan nyawapun menjadi taruhan, Seperti kisah haru yang terjadi pada Prada Gilang.

Saat itu pada tahun 2005 merupakan momen yang paling tak terlupakan baginya. Tahun itu, ia mendapat tugas negara untuk membuat perumahan bagi korban bencana erupsi Gunung Sinabung.

” Mula-mula saya seperti ini karena tugas dari satuan melalui perintah Presiden ke Panglima langsung ke satuan. Saat itu saya diutus ke Sinabung untuk membantu membuat perumahan untuk pengungsi Gunung Sinabung ya meletus erupsi,” ujarnya dalam kanal YouTube Karya Tv Indonesia.

Tugasnya cukup berat saat itu. Prada Gilang ditugaskan untuk membawa material ke puncak menggunakan mobil khusus. Tak dinyana, abu vulkanik Gunung Sinabung justru mengenai tubuh dan wajahnya.

” Pada saat itu saya lagi membawa material ke atas puncak 2005. Saat itu saya berada di atas mobil hardtop, menghadap ke depan, membawa material pas lagi naik ke atas, keluarlah itu debu vulkanik yang lagi erupsi besar. Langsung menghantam ke saya, ke wajah sehingga mata saya itu terkena debu-debu vulkanik tersebut,” ucapnya.

Sempat Lumpuh

Usai insiden, ia tak langsung mendapatkan pertolongan pertama lantaran tak ada perlengkapan yang memadai. Terpaksa, ia harus menahan rasa sakit yang mengguncang mata hingga tubuhnya kala itu.

” Pada saat itu mata saya perih, tapi pas di atas mobil itu kan tidak ada air itu. Jadi saya enggak bisa bersihkan, pada saat itu setelah saya bersihkan cuma saya agak kucek sedikit mata saya, hilang memang tapi masih perih. Debu itu masih terasa panas hingga tenggorokan dan dada saya itu terasa panas,” katanya.

Tak berselang lama, tubuh Prada Gilang bereaksi. Ia demam tinggi dan tak sadarkan diri hingga harus dipindahkan ke Medan menggunakan ambulans.

Usai mendapatkan perawatan dan sadar, ia sempat merasakan kelumpuhan. Prada Gilang tak mampu berbicara, berjalan, dan melihat.

” Setelah demam saya semakin parah, saya langsung dievakuasi ke Medan dengan ambulans. Sampai di sana, saya sempat beberapa hari dirawat, saya sempat tidak sadarkan diri. Pas saya sadar itu, saya sudah terbangun kondisi saya itu lemah. Begitu mau jalan enggak bisa, berbicara pun enggak bisa, sama melihat pun juga enggak bisa, jadi lumpuh total saat itu,” tambahnya.

Divonis Buta

Terapi dan perawatan yang dijalani Prada Gilang membuatnya mampu kembali berjalan dan berbicara. Namun, penglihatannya tak kunjung pulih. Ia divonis mengalami kebutaan.

” Saya berobat terapi terus saya jalankan Alhamdulillah sudah bisa berjalan dan berbicara. Tapi mata saya ini sudah tidak bisa melihat, karena kata dokter saraf mata saya ini keracunan debu vulkanik,” ceritanya.

Keluarga Jadi Motivasi

Bukan hal yang mudah mendapatkan ujian dari Tuhan untuk menerima kondisinya saat itu. Namun, rasa ibanya kepada orang tua saat melihatnya berpangku tangan justru membangkitkan semangat Prada Gilang.

Kini, ia menjalani kehidupan baru dan mengabdi kepada negeri dengan penuh semangat meski fisik tak lagi sempurna. ” Apa sih yang membuat abang tegar untuk menghadapi situasi abang saat ini?” tanya presenter.

prada-gilang-bersama-ibunda-tercinta-2

prada gilang bersama ibunda tercinta

” Ya terutama sih saya orang tua, orang tua kan sudah bangga dengan saya karena sudah jadi prajurit, pengabdi negara, Memang sedih pertamanya, lalu saya mikir gitu, gimana saya bisa bangkitkan semangat orang tua saya, terutama ibu saya yang sering menangis karena melihat saya terduduk di rumah enggak bisa ngapa-ngapain,” Ujarnya.

Sumber: dream.co.id

SBN

Tentang Penulis /

Setiap berita yang dimuat di media online JURNALHITZ DOT ID selalu dilekati link eksternal di bagian akhir artikel sebagai sumber berita. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI

Ketik dan tekan enter untuk mencari

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi