Kapolda Papua: Tak Cuma Andalkan TNI-Polri, Kepala Daerah Harus Turut Serta Atasi Konflik Papua

//oackoubs.com/4/4243077

JURNALHITZ – Kekerasan yang kerap kali dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) disebabkan oleh beberapa Faktor, salah satunya adalah faktor kesejahteraan untuk itu guna mengatasi konflik di papua tak bisa hanya mengandalkan aparat keamanan TNI-Polri saja,”Ujar Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw.

“Mereka itu free man, banyak yang tidak punya pekerjaan, menganggur,” kata Kapolda Papua Paulus Waterpauw dalam program Blak-blakan di detikcom, Senin (15/2/2021).

Karena kondisinya demikian, menurut dia, keterlibatan kepala daerah (Bupati hingga Kepala Desa) dalam menyelesaikan konflik dan kekerasan di Papua sangat diharapkan. Sebab, pemerintah pusat sendiri sudah luar biasa dalam memberikan bantuan. Apakah dalam bentuk dana otonomi khusus maupun berbagai infrastruktur yang dibangun dalam lima tahun terakhir ini.

Dalam Tiga Tahun belakangan ini terlihat sangat jelas kekerasan di Intan Jaya dan Nduga seperti tak berujung, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus mensinyalir peristiwa tersebut terjadi lantaran karena sisa konflik akibat pemilihan bupati pada tahun 2017, sedangkan di Nduga, dana otsus melimpah yang sudah di salurkan tak terlihat hasil pembangunanya disana.

Jenderal Bintang Dua kelahiran Fak-fak, 25 Oktober 1963, itu merujuk pada perubahan yang terjadi di sejumlah daerah di Papua. Wilayah ‘Merah’ pernah disematkan untuk Kabupaten Puncak Jaya, Puncak Dilaga, Tolikara, Jayawijaya, dan Lany Jaya. Tapi sekarang tak lagi terjadi konflik dan kekerasan di sana. “Karena para bupati di sana sudah menangani (kesejahteraan warganya) dengan baik,” kata Paulus Waterpauw.

“Dua daerah ini minim sentuhan kemanusiaan dan kesejahteraan. Akibatnya kesehatan, pendidikan, tertinggal dari daerah lain. Anak-anak mudanya menjadi free man,” ujar Paulus Waterpauw.

Sumber : Detikcom

SBN

Tentang Penulis /

Setiap berita yang dimuat di media online JURNALHITZ DOT ID selalu dilekati link eksternal di bagian akhir artikel sebagai sumber berita. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI

Ketik dan tekan enter untuk mencari

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi