Perlu Diketahui, Berikut Lima Tujuan dan Hakikat Pernikahan Kristen

JURNALHITZ – Tujuan Tuhan menciptakan manusia berpasangan adalah untuk ditakdirkan bersama dalam ikatan pernikahan, pernikahan yang sama pada umumnya, hanya saja dalam pernikahan Kristen ketika manusia sudah di persatukan oleh Tuhan dalam sebuah ikatan pernikahan, terikat janji suci sehidup semati hanya maut yang bisa memisahkan.

Dari mulai anak muda hingga pasangan suami istri yang telah menikah pun acap kali masih bertanya-tanya mengenai tujuan pernikahan kristen sesuai dengan Alkitab. Tak jarang, mereka yang tak mengetahui tujuan-tujuan yang disakralkan tersebut lantas merasa hilang dan tersesat.

Sebagai akibatnya, jalan perceraian adalah satu-satunya solusi yang dipikirkan. Padahal, perceraian bukan lah sesuatu hal yang disenangi oleh Tuhan. Bahkan, Tuhan melalui firman-Nya selalu membenci sebuah perceraian atau perpisahan dari dua orang terkasih.

Maka dari itu, ada baiknya bagi pasangan kekasih atau pun suami istri untuk lebih memahami arti dan tujuan pernikahan kristen itu sendiri. Hal ini tak lain bertujuan agar jiwa kita semakin dekat dengan cinta kasih Tuhan.

Berikut 5 tujuan pernikahan kristen yang dirangkum dari berbagai sumber.

Relasional

Tujuan pernikahan kristen pertama sesuai dengan Alkitab adalah untuk membangun relasi atau persahabatan. Sebab, manusia diberi kesempurnaan berupa akal oleh Allah serta mampu menyampaikan pikiran serta perasaannya ke dalam bahasa dan perbuatan. Hal ini jelas merupakan sesuatu hal yang lebih tinggi daripada binatang (Kejadian 1:26-28: 2:15,19,20; Roma 1:21).

Manusia juga diciptakan oleh Allah untuk saling mengasihi, baik memberi dan menerima segala bentuk kasih sayang dari Tuhan dan sesama manusia. Allah pun juga menginginkan sebuah ikatan suci relasional di antara seorang pria dan wanita.

Hal ini bertujuan untuk terjalinnya sebuah persahabatan yang baik di antara sepasang kekasih. Keinginan dan hasrat ini ditanamkan Allah kepada manusia untuk menjadi penolong satu sama lain seperti berbagi kesulitan hingga kebahagiaan yang dirasakan bersama-sama. Agar memperkuat hal ini, selalu hargai persahabatan yang terjalin di antara Anda dengan pasangan.

Saling Melengkapi

Saling mengisi dan melengkapi satu sama lain merupakan tujuan pernikahan kristen yang berikutnya. Meski pada dasarnya diciptakan sama dalam hal derajat, harkat, dan martabatnya, namun sejatinya wanita dan pria memiliki perbedaan dasar. Hal ini seperti yang tertuang pada Matius 19:4.

“Jawab Yesus: Tidaklah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?”

Sehingga, pada dasarnya perempuan dan laki-laki memiliki perbedaan mengenai identitas diri. Kesetaraan yang seringkali digaungkan tidak dapat dicampurkan dengan jati diri yang melekat pada wanita dan pria itu sendiri seperti psikologis, seksualitas, dan fisiologis).

Maka dari itu, Tuhan menginginkan pernikahan suci antara wanita dan pria biologis sehingga pernikahan dengan sesame jenis dan sebagainya menurut firman Allah bukanlah sebuah pernikahan melainkan merupakan penyimpangan dari ketetapan Tuhan.

Rekreasi

Tujuan pernikahan kristen selanjutnya adalah untuk saling menikmati kesenangan dan kebahagiaan atau rekreasi. Pernikahan juga dirancang Tuhan untuk tujuan kesenangan dan kepuasan bagi sepasang pria dan wanita dalam ikatan suci.

Hal ini sesuai dengan firman Tuhan pada Kejadian 1:27 yang menyebutkan bahwa seks antara sepasang suami dan istri merupakan wujud dari kesenangan yang diberikan Tuhan.

“Allah menciptakan manusia menurut rupa dan gambar-Nya, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya dengan kapasitas-kapasitas untuk kesenangan seks yang intens dan dengan panggilan untuk berkomitmen dalam pernikahan..”

Maka dari itu, seks merupakan berkat yang diberikan Tuhan kepada sepasang suami istri untuk menuju kepada kebahagiaan bersama. Hal ini juga dapat diartikan bahwa membahagiakan suami istri melalui seks adalah sesuatu yang diperbolehkan.

“Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap istrinya, demikian pula istrinya terhadap suaminya. Istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya. Demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi istrinya” (1 Korintus 7:3,4).

Mendapatkan Keturunan

Seperti halnya tujuan pernikahan pada umumnya, tujuan pernikahan kristen adalah untuk mendapatkan keturunan. Sebab, Tuhan telah menciptakan manusia secara sempurna dengan hasrat seksual untuk suami istri.

Seperti pada Alkitab Kejadian 1:28, disebutkan bahwa Allah memberi manusia hak untuk beranak dan bertambah banyak. Maka dari itu untuk menjalankan perintah-Nya, manusia harus terikat pada sebuah pernikahan terlebih dahulu, bukan sebaliknya.

Selain diberkati untuk mendapatkan keturunan, sebuah ikatan pernikahan kristen juga sebaiknya memberi perhatian untuk mewujudkan keturunan Ilahi. Yang dimaksudkan keturunan Ilahi adalah keturunan yang memiliki didikan dan keteladanan dari kedua orang tuanya.

Refleksi Ilahi

Tujuan pernikahan kristen yang terakhir adalah sebagai refleksi Ilahi. Hal ini dimaksudkan untuk menampilkan citra Allah. Untuk mencapai tujuan tersebut, manusia yang diberi akal sempurna oleh Tuhan patut memelihara dan melestarikan seluruh makhluk yang diciptakan-Nya di atas bumi. Hal ini seperti yang dikutip dari Alkitab Kejadian 1:28.

“Beranak cuculah dan bertambah banyak. Penuhilah bumi dan taklukanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi”.

Selain itu, pernikahan merupakan lembaga untuk menampilkan citra Allah dengan sebaik-baiknya. Melalui pernikahan, keturunan haruslah dipersiapkan untuk menjadi manusia yang seutuhnya, manusia yang selalu mengingat Tuhan.

Sumber : Merdekacom

 

SBN

Tentang Penulis /

Asisten Editor di Meja Editorial Jurnalhitz. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI

Ketik dan tekan enter untuk mencari

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi