Prajurit TNI Jumpai Pria Penyelundup Gula di Hutan Bekas Persembunyian SAS

JURNALHITZ – Penemuan harta bersejarah yang ditemukan Prajurit Militer Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) berupa munisi bekas prajurit militer yang terkenal sadis di perang dunia ke II Resimen Gurkha, penemuan tersebut menjadi bukti sejarah saksi bisu peristiwa konfrontasi RI dengan Malaysia pada tahun 1965.

Harta pasukan Gurkha ditemukan oleh prajurit TNI dari Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia, Batalyon Artileri Pertahanan Udara 16/Sula Bhuana Cakti alias Yonarhanud 16/SBC di tengah hutan di Desa Lumbis, Kecamatan Lumbis Hulu, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

Harta itu berupa munisi aktif berkaliber besar, 7,61 milimeter. Jumlahnya pun tak sedikit, ketika lokasi digali prajurit Yonarhanud 16/SBC, ditemukan total 1.201 butir munisi. Harta pasukan Gurkha ditemukan dalam kondisi terkubur ada kedalaman 40 sentimeter di dalam tanah.

Nah, usai penemuan yang luar biasa itu. prajurit TNI Satgas Pamtas RI-Malaysia, juga berhasil menemukan benda lainnya di hutan perbatasan kedua negara.

Kali ini giliran prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 407/Padma Kusuma dari Kodam IV/Diponegoro yang menemukan benda tak lazim di hutan Kalimantan.

Berdasarkan informasi resmi yang dilansir VIVA Militer, Selasa 9 Februari 2021, benda tak lazim itu ditemukan pasukan Yonif 407/PK saat melakukan patroli di

Baca Juga : Hutan Tempat Prajurit Kostrad Temukan Amunisi Gurkha, Ternyata Bekas Persembunyian SAS

 sekitar area hutan sawit di Desa Sei Tekam, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Jadi awalnya prajurit TNI secara tak sengaja melihat pria misterius, dia memikul sebuah karung. Lalu ketika dihampiri, pria itu kabur dan menghilang sangat cepat. Tapi rupanya pria misterius itu sempat melemparkan karungnya ke semak-semak di hutan.

“Setelah pemeriksaan, ternyata barang yang ditinggal itu merupakan karung berisi gula pasir sebanyak 20 kantong gula pasir dengan berat masing-masing satu kilogram,” kata Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia, Yonif 407/PK, Mayor Letnan Kolonel TNI Catur Irawan.

Prajurit

Yonif 407/Padma Kusuma (Foto: Viva)

 

Dipastikan gula itu memang sengaja diselundupkan dari Malaysia ke Indonesia. Sebab pada kemasan tertulis  Made in Malaysia dengan merek CSR The Better Choice.

Dan prajurit TNI mengamankan barang temuan ke Pos Satgas Pamtas Sei Tekam untuk kemudian diserahkan kepada pihak berwajib.

“Guna proses lebih lanjut, barang bukti ini akan kami serahkan ke Kantor Bea dan Cukai Tipe Madya C Nanga Badau,” kata Letkol Catur.

Memang TNI meningkatkan pengamanan di perbatasan menyusul pandemi COVID-19. Patroli pasukan digencarkan untuk mengantisipasi kegiatan terlarang dan menyebarnya COVID-19 di perbatasan.

Sumber : Viva

SBN

Tentang Penulis /

Asisten Editor di Meja Editorial Jurnalhitz. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI

Ketik dan tekan enter untuk mencari

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi