Selain KKB, Ternyata Binatang Ini Juga Menjadi Ancaman Pasukan Elite Kostrad di Papua

//oackoubs.com/4/4243077

JURNALHITZ – Guna menjalani operasi satuan tugas pengamanan perbatasan (Satgas Pamtas) Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah memberangkatkan pasukan elite komando cadangan strategis Angkatan Darat (Kostrad),Batalyon Infanteri Pada Raider 501/Bajra Yudha ke Sektor Papua Selatan.

menggantikan pasukan Batalyon Infanteri Raider 400/Banteng Raiders, Komando Daerah Militer (Kodam) IV/Diponegoro.

Wilayah yang bakal dimasuki pasukan Yonif Para Raider 501/BY Kostrad, bukan daerah yang nyaman. Mereka akan memperkuat keamanan di Kabupaten Intan Jaya. Salah satu wilayah yang dalam beberapa bulan terakhir disoroti karena daerah paling berbahaya. Sudah banyak warga sipil dan prajurit TNI yang gugur di daerah ini akibat kebrutalan kelompok separatis bersenjata OPM Papua.

Selain harus fokus menetralisir keamanan dari ulah kelompok separatis OPM Papua, ternyata pasukan Yonif Para Raider 501/BY juga dihadapkan pada bahaya lain yang mengancam keselamatan. Ancaman ini bukan datang dari manusia, tapi dari binatang.

Ancaman bahaya itu diungkapkan Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Mayor Jenderal TNI Tiopan Aritonang saat memimpin upacara keberangkatan Yonif Para Raider 501/BY menuju Papua di Landasan Udara TNI Angkatan Udara, Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur.

Dilansir VIVA Militer, Jumat 5 Februari 2021 dari siaran resmi Pusat Penerangan TNI, menurut Mayjen TNI Tiopan, ancaman bahaya yang ada di Intan Jaya ialah wabah penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles betina.

“Lakukan kegiatan yang dapat memelihara kemampuan tempur dan jasmani, mengingat daerah operasi merupakan daerah epidemi malaria, maka segera lakukan evakuasi ke rumah sakit apabila terdapat anggota yang terkena malaria untuk mencegah kejadian yang lebih fatal,” kata Mayjen TNI Tiopan.

Apa yang dikatakan Mayjen TNI Tiopan itu dipastikan bukan hisapan jempol belaka, tapi teror yang nyata. Pada Desember 2019, seorang prajurit TNI berinisial Serda RM meninggal dunia di Intan Jaya.

Dia meninggal dunia ketika berpatroli di sekitar hutan di Distrik Ugimba. Disebutkan ketika itu almarhum meninggal akibat malaria tropicana usai digigit nyamuk Anopheles betina.

Perlu diketahui, penyakit ganas ini disebabkan oleh parasit bernama Plamodium. Parasit ini menginfeksi manusia melalui gigitannya. Di beberapa studi disebutkan, faktor cuaca merupakan penentu penting mewabahnya malaria, dan dipastikan terjadi di musim hujan seperti sekarang ini.

Karena itulah, pasukan Yonif Para Raider 501/BY harus benar-benar berhati-hati. Salah satu penangkal serangan nyamuk malaria di Papua adalah pemakaian kelambu.

Sumber : Viva

SBN

Tentang Penulis /

Setiap berita yang dimuat di media online JURNALHITZ DOT ID selalu dilekati link eksternal di bagian akhir artikel sebagai sumber berita. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI

Ketik dan tekan enter untuk mencari

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi