PM Australia Tak Gentar Jika Google Stop Layanan di Negaranya

JURNALHITZ –  Lantaran akan diterapkannya aturan yang mengharuskan Google membayar untuk setiap berita yang muncul dalam penelusuran di platformnya. Pemerintah Australia tengah mengajukan aturan itu dikeluarkan dalam bentuk undang-undang.

Dilansir dari BBC, nantinya Google diharuskan untuk memiliki perjanjian komersial dengan setiap agensi berita, atau terpaksa harus masuk arbitrase jika Google menilai kebijakan tersebut tidak dapat dijalankan.

“Jika ini menjadi undang-undang, itu tidak akan memberi kami pilihan nyata selain berhenti menyediakan Google Penelusuran di Australia,” kata Mel Silva Direktur Regional Google, dikutip dari BBC, Sabtu (23/1/2021).

Terkait tanggapan pihak Google Perdana Menteri Australia Scott Morrison hanya menanggapi ancaman tersebut dengan singkat.

“Kami tidak menanggapi ancaman,” kata dia.

Hingga saat ini masih belum diputuskan berapa besar yang harus dibayarkan Google kepada agensi berita. Namun UU yang sedang diusulkan ini akan melewati proses tawar-menawar dan arbitrase, membiarkan masalah tetap terbuka.

Namun jika Google tidak dapat mencapai kesepakatan dengan kantor berita, maka keputusan akan diberikan kepada hakim untuk memberikan keputusan yang adil.

Cabutnya Google dari Australia, memang tidak akan memiliki dampak sebesar keputusan meninggalkan China pada 2010. Namun pasar Australia ini memberikan penghasilan senilai A$4,8 miliar atau setara dengan Rp 51,93 triliun (asumsi kurs Rp 10.820/A$) pada 2019 lalu dan sebagian semua pendapatan tersebut, senilai A$ 4,3 miliar, berasal dari iklan.

Dari pendapatan tersebut, Google Australia menghasilkan laba senilai A$ 134 juta pada periode tersebut.

Dari sisi Alphabet, induk usahanya, harus menutupi penurunan tersebut dengan pendapatan setidaknya US$ 100 miliar atau lebih.

Hilangnya layanan Google ini tak hanya akan berdampak pada mesin pencari saja. Namun Google juga memberikan layanan seperti Gmail, Google Maps dan YouTube, dan lain-lain. Namun belum dipastikan apakah ancaman Google ini juga akan memengaruhi layanan tersebut. (CNBC)

SBN

Tentang Penulis /

Setiap berita yang dimuat di media online JURNALHITZ DOT ID selalu dilekati link eksternal di bagian akhir artikel sebagai sumber berita. Apabila ada keberatan, atau ketidakpuasan dengan pemberitaan kami dan menjadi sengketa, kami melayani HAK JAWAB, dan HAK KOREKSI

Ketik dan tekan enter untuk mencari

Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Abaikan
Izinkan Notifikasi